Desa Sardonoharjo Gelar Agenda Budaya & Potensi Desa

Baliho & berbagai atribut yang dipasang serupa galeri di pintu masuk kompleks balai desa di jalan kaliurang km. 10 mengundang rasa penasaran pengguna jalan yang melintasinya,  dalam informasi yang tertera, disebutkan serangkaian gelar budaya & potensi akan diadakan di desa tersebut. menyimak rangkaian acara yang akan ditampilkan tentu punya maksud & makna khusus. Terletak di kecamatan Ngaglik,Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Desa Sardonoharjo memperingati hari jadinya yang ke 70. 

Gelar budaya & potensi Desa Sardonoharjo (15 April –  21 April 2018) menjadi gong dalam peringatan hari jadinya yang sarat akan muatan lokal. Desa yang letaknya tak begitu jauh dari pusat kota Yogyakarta ini ternyata memiliki khazanah budaya & kearifan lokal yang lestari, keberagaman masyarakatnya yg selalu rukun jadi benteng penguat toleransi, harmoni hubungan alam dan manusianya pun semakin ditumbuhkan, ini dibuktikan dengan eksisnya kegiatan pengelolaan sampah terpadu, adanya komunitas pengolah air hujan menjadi air layak minum, dan agenda kebersihan yang digiatkan di desa tersebut.

Sebagai contoh agenda bersih sungai di desa sardonoharjo termasuk salah satu wujud kesadaran warganya menjaga lingkungan, dimotori oleh karang taruna setempat, agenda bersih sungai menjadi agenda rutin yang terus digencarkan. tak salah jika tema kebersihan dijadikan salah satu event pemerintah desa Sardonoharjo dalam perayaan hari jadi tahun ini. Lomba bersih dusun yang terselenggara hari minggu (15/04/2018) selain bertujuan agar lingkungan desa Sardonoharjo lebih bersih & asri juga sebagai himbauan agar warga senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan masing – masing.

Rangkaian acara di hari kedua (18/04/2018) diawali dengan prosesi misa umat khatolik & kristiani, kemudian dilanjutkan dengan doa zikir bersama (kenduri). Setelah prosesi misa & doa bersama yang berlangsung khidmat, acara dilanjutkan dengan pementasan ketoprak “Tresno Budoyo”. Iringan instrumen keyboard electone, gender dan kendang, sinden serta lakon yang dberi sedikit sentuhan kekinian membuat penonton remaja sampai purna muda betah berlama – lama “menyawang” adegan per adegan sembari tertawa lepas saat dagelan ditampilkan.

Alunan hadroh (kamis, 19/04/2018) mengiringi hiruk pikuk suasana pagi di komplek balai desa  Sardonoharjo. Agenda pembukaan gelar potensi dan gelar budaya sedianya akan dibuka oleh camat kecamatan ngaglik. Beberapa tamu undangan sudah memenuhi area tengah kompleks balai desa, sembari menyaksikan pentas hadroh dari dusun drono. Terlihat kesibukan panitia mensetting panggung barat didepan pendopo yang sedianya akan diadakan kajian bersama cak nun & kyai kanjeng malam harinya.

Dalam sambutannya ketua panitia gelar budaya & potensi dalam rangka hari jadi desa Sardonoharjo, Bayu Kristanto menyampaikan beberapa agenda yang direncanakan sudah terlaksana dengan baik, menyisakan 3 hari pelaksanaan yang tentu akan lebih semarak dengan berbagai agenda – agenda seni, budaya, dan pameran produk lokal Sardonoharjo. “Pelaksanaan peringatan hari jadi desa Sardonoharjo tahun ini menggunakan dana APBdes, sponsor, dan donatur – donatur, “imbuhnya.

Kepala desa Sardonoharjo, Harjono Wiwoho, SE menyampaikan gelar potensi & budaya tahun ini sebagai usaha mencintai & melestari warisan budaya adiluhur, sedangkan gelar potensi diadakan sebagai penguatan  ukm – ukm sebagai ujung tombak perekonomian desa yang terbukti tahan terhadap gejolak perekonomian global, “Melalui pameran potensi ini diharapkan ukm- ukm di desa Sardonoharjo dapat terjembatani & menemukan solusi dalam hal kendala pemasaran & promosi, “ujarnya.

Agenda yang dipusatkan di komplek balai desa Sardonoharjo tersebut ternyata bukan tanpa alasan. 49  stand dipersiapkan untuk pameran berbagai produk unggulan desa Sardonoharjo, tiap – tiap dusun di desa Sardonoharjo diharapkan saling berlomba memamerkan produk unggulan mereka. 

“Semoga dengan adanya event peringatan hari jadi desa Sardonoharjo yang ke 70 bisa membawa semangat baru, kemajuan, dan warga sardonoharjo bisa lebih sejahtera lagi, “ujar camat Ngaglik, Drs. Subagya, M.M.. dalam sambutannya sebelum pemukulan gong tanda dibukanya gelar budaya & potensi desa Sardonoharjo. (EY)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *