Invesda Forum & Expo 2018 : Ajang Pameran Produk Unggulan Daerah

Fresco Event Organizer kembali menggelar Invesda Forum & Expo 2018. Pameran akbar lintas instansi dari berbagai daerah di Indonesia ini digelar di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul dari tanggal 26-29 April 2018. Didukung oleh Kementerian Perdagangan RI, BKPM RI dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Invesda Forum & Expo tahun ini lebih meriah dengan partisipan yang lebih banyak dari tahun kemarin. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY Kanjeng Sri Paduka Paku Alam IX, Kamis (26/04/2018) lalu dengan diikuti 120 peserta dari Kabupaten/Kota dan 25 Provinsi.

Acara yang merupakan penyelenggaraan ke-14 ini menampilkan potensi dan peluang investasi serta produk-produk unggulan yang dimiliki pemerintah provinsi, kabupaten, kota serta perusahaan swasta, BUMN, BUMD dari seluruh Indonesia. Produk-produk yang akan dipamerkan antara lain makanan, kerajinan, pakaian, dan sebagainya dari berbagai sektor. Produk-produk ini dibuat oleh para pengusaha lokal. Selain pameran, acara ini menjadi ajang bagi para pengusaha untuk mendapatkan peluang investasi bekerjasama dengan produsen lokal.

Sebagai agenda yang rutin diadakan setiap tahun, penyelenggaan  Invesda Forum & Expo ini diharapkan dapat mendorong dan merangsang masuknya investasi sekaligus menstimulasi pengembangan dan peningkatan volume perdagangan produk unggulan Indonesia. Selain itu dengan banyaknya produk unggulan nusantara dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Rangkaian acara Invesda Forum & Expo 2018 hari pertama (26/04/2018) dimulai dengan presentasi dari kabupaten Bangka Tengah yang mempresentasikan mengenai peluang investasi dari berbagai potensi yang ada di Bangka Tengah, tak hanya itu, berbagai produk unggulan UMKM & khazanah wisata kabupaten Bangka Tengah juga turut disampaikan sebagai sarana promosi. sesi kedua dilanjutkan dengan acara talkshow bertajuk “Memajukan UMKM dengan Berpedoman pada Empat Pilar Kebangsaan” menjadi forum diskusi para pegiat UMKM dengan kementrian Koperasi dan UKM.  Bagi para pengunjung yang tertarik mengikuti demo masak, ada demo membuat ice cream dari brokoli mangga. malam harinya pengunjung disuguhi fashion show dan band performance.

Tak kalah menarik dengan rangkaian acara hari pertama, acara hari kedua (27/08/2018) diisi dengan agenda seminar “Peluang Bisnis dengan Penerapan Inovasi pada Sistem Agribisnis” yang mengupas mengenai peluang usaha di bidang pertanian dengan penerapan inovasi & teknologi tepat guna. Bagi mereka yang peduli akan kesehatan kulit, ada workshop kecantikan yang membahas detail mengenai perawatan wajah diatas 30 tahun. Agenda talkshow bertema “Karinding : menelisik estetika bunyi tradisi” menjadi sesi bahasan yang menarik untuk disimak. Di akhir sesi gelaran fashion show bertajung “Bantul Fashion Camp” & penampilan dari Mirai Noach menghibur para pengunjung pameran.

Pameran seni dan kreasi dari mahasiswa UST ternyata cukup menyita perhatian pengunjung pameran. Berbagai hasil kreativitas kriya dan pementasan seni menjadi pengisi sesi pertama di hari ketiga (28/04/2018). Bagi para pecinta kuliner, terutama mie ayam, pasti betah berlama – lama di lokasi pameran, karena berbagai agenda untuk mengangkat panganan favorit semua kalangan ini dikemas dalam beberapa sesi acara interaktif, diantaranya Workshop mie ayam oleh chef surya (Indonesian Chef Assosiation), Gathering Info mie ayam Jogja, dan ditutup dengan lomba makan mie ayam.  

Berbicara mengenai panganan kreasi daerah, beberapa stand pameran memang didominasi berbagai produk dari UMKM, diantaranya stand dari kabupaten Kediri yang menampilkan berbagai macam snack olahan dari produk unggulan pertanian mereka. Salah satunya adalah labu madu, komoditas pertanian yang belum lama dikembangkan di daerah kediri ini ternyata dapat diolah menjadi berbagai macam produk.

Seperti beberapa produk yang dikembangkan oleh “Rumah Labu” , diantaranya selai labu, sirup labu, stik labu, emping labu, pasta labu, nastar labu, pastel labu, serta produk olahan lainnya yang masih dalam taraf pengembangan. “Di Kediri sendiri Labu madu memang belum banyak dibudidayakan, tapi potensi yang dihasilkan dari produk labu itu sendiri ternyata cukup prospektif, selain buahnya bisa dijual langsung dan sudah masuk pangsa supermarket, produk olahannya pun banyak digemari konsumen“ujar Vita Wahyu Ratih, salah seorang petani di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri sekaligus pemilik “Rumah Labu” di sela – sela aktivitasnya mengikuti pameran Invesda Forum & Expo 2018.

Di hari keempat (29/04/2018) Invesda Expo diselenggarakan Workshop membatik yang diikuti oleh beberapa peserta umum yang sebelumnya sudah mendaftar. pentas seni & kreasi dari beberapa kelompok kesenian turut meramaikan acara di hari terakhir tersebut. Sebelum penutupan, digelar malam penganugerahan untuk stand terbaik sudah melalui beberapa tahapan penilaian.

Setelah melalui berbagai aspek penilaian, stand pameran Kabupaten Bengkalis yang diwakili Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bengkalis berhasil meraih prestasi gemilang dengan menyabet juara I kategori Stand Pameran Terbaik, Sedangkan juara II dan III diraih stand Kabupaten Bangka Tengah dan stand Pemerintah Provinsi Banten. (EY)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *