Pemdes Banaran Fasilitasi Diskusi Pengembangan Laguna Pantai Trisik

~Desa adalah lumbung permata yang menunggu ditemukan, jangan cuma ditunggu, mulailah menggali, jika sendiri berat, ajaklah seisi kampung merubah peluh jadi permata~

Upaya warga Pedukuhan Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo menghidupkan nadi – nadi pariwisata yang dulu sempat jadi primadona memang patut diacungi jempol. Pariwisata Pantai Trisik yang bertahun – tahun mati suri mulai bergairah kembali dengan geliat warganya membangun kawasan tersebut. Dengan dibentuknya Paguyuban Laguna Pantai Trisik sebagai wadahnya, warga secara swadaya berusaha mengembangkan potensi pantai Trisik, terutama kawasan laguna nya. Paguyuban yang baru berdiri pada tanggal 24 februari 2018 tersebut bergerak cepat untuk mengejar berbagai hal terkait penataan & pengembangan kawasan wisata. Salah satunya dengan mengumpulkan modal secara swadaya, dengan iuran sukarela sebesar 1 juta rupiah per warga, dana yang terkumpul sebesar 183 juta kemudian digunakan untuk membangun sarana & fasilitas fisik.

Geliat pembangunan pariwisata di pesisir tenggara Kulon Progo ini rupa rupanya mengundang perhatian banyak pihak, tak terkecuali Pemerintah desa Banaran. Melihat semangat & antusias besar warganya membangun pariwisata di Trisik, Pemerintah desa Banaran berusaha mengakomodasi aspirasi warga Sidorejo tersebut dengan mengadakan sebuah focus grup discussion dengan mengundang para stakeholder & dinas – dinas terkait untuk memberikan masukan berkaitan dengan pengembangan wisata di pantai Trisik.  

Pada hari Jumat (13/04/2018) bertempat di pendopo desa Banaran, Pemerintah desa Banaran bersama unsur pemerintahan desa Banaran mengundang unsur Muspika kecamatan Galur, Karang Taruna, LPMD, Dinas Pariwisata, Dinas P3MD, Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pokdarwis desa Banaran, dan Paguyuban Laguna Pantai Trisik dalam sebuah forum diskusi sebagai upaya pemerintah desa untuk melakukan koordinasi dan pembinaan terkait kegiatan pengembangan wisata laguna pantai Trisik.

Acara dibuka dengan sambutan dari kepala Desa Banaran, Haryanta, S.H yang menyampaikan mengenai keinginan warga Sidorejo membangun wisata laguna pantai Trisik. “Pemerintah Desa Banaran tentu berkewajiban untuk mengawal & mendampingi keinginan warga masyarakat pedukuhan Sidorejo untuk mengembangkan wisata laguna pantai Trisik, Harapannya dengan banyaknya pihak yang terlibat tentu akan memberikan masukan yang konstruktif, terutama berkaitan dengan legalitas & dasar hukum pengelolaan Laguna Pantai Trisik agar sesuai dengan aturan & ketentuan yang berlaku, Pemerintah Desa Banaran tentu akan sangat mendukung upaya dari warga kami di pedukuhan Sidorejo, “Ujar Haryanta.SH

Setelah sambutan dari kepala desa Banaran, agenda dilanjutkan dengan penyampaian kegiatan paguyuban laguna pantai Trisik.  Dalam paparannya Joko Samudro, Dukuh pedukuhan XIII Sidorejo sekaligus merangkap pengurus Paguyuban Laguna Pantai Trisik menyampaikan latar belakang masyarakat di pedukuhannya tergerak mengembangkan kawasan laguna pantai Trisik, selain itu disampaikan mengenai progres pembangunan sarana & fasilitas  yang telah dilakukan. “Beberapa tawaran kerjasama dari investor sudah ada yang masuk ke kami, bahkan kemarin saya menerima kunjungan dari paguyuban istri direksi BUMN yang kebetulan berkunjung ke Trisik dan menawarkan bantuan hibah limasan, imbuhnya.

Setelah pemaparan mengenai kegiatan paguyuban laguna pantai Trisik, diskusi dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dari beberapa dinas & instansi pemerintah yang hadir, dimulai dari Bappeda kulon progo yang menyampaikan tanggapan positifnya mengenai upaya warga sidorejo membangun kawasan wisata di pantai Trisik, namun alangkah baiknya pembangunan yang sekarang dikerjakan harus mengacu pada RTRW yang ada.

Perwakilan Dinas Pariwisata Kulon Progo menyampaikan beberapa hal pragmatis terkait pengembangan wisata pantai Trisik, diantaranya  belum ada masterplan baku untuk pengembangan wisata pantai Trisik yang sebagian wilayahnya masuk dalam kontrak karya penambangan pasir besi dengan PT. JMI, selain itu berkaitan dengan penataan kawasan tambak udang  konservasi penyu juga belum final. Hal tersebut kemudian melatarbelakangi dinas pariwisata selama beberapa tahun ini terkesan pasif dalam mengembangkan obyek wisata pantai Trisik. Namun dinas pariwisata tetap memberikan dukungan terhadap upaya pembangunan wisata laguna pantai Trisik dan memberikan akses promosi jika sekiranya nanti ada event yang diadakan di pantai Trisik.

Tanggapan berikutnya datang dari dinas kelautan dan perikanan Kulon Progo, yang menyoroti mengenai kondisi laguna yang berada di sekitar area tambak udang, “Apakah area tersebut sudah steril dari limbah dan bagaimana pengelolaan limbahnya? Hal ini tentu harus diperhatikan, mengingat wisata laguna nantinya harus memiliki sanitasi & lingkungan air yang aman bagi para wisatawan.

Dinas P3MD kulon progo juga memberikan masukannya berkaitan dengan kegiatan paguyuban laguna pantai Trisik yang dapat dijadikan salah satu lini usaha bumdes di desa Banaran. Selain itu untuk legalitas kegiatan paguyuban salah satu dasar hukum yang tepat adalah melalui PERDES.

Tanggapan terakhir disampaikan oleh ketua LPMD desa Banaran, Priyo Santoso, S.H yang juga merangkap sebagai anggota DPRD kabupaten kulon progo membidangi komisi IV bidang pembangunan, menyatakan bahwa melalui kewenangan komisinya, telah mengusulkan rencana pembangunan kawasan pesisir kabupaten Kulon Progo, mulai dari pesisir Trisik sampai Karangwuni kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. “Setelah pantai Glagah dan Congot ditutup karena terdampak proyek bandara baru, tentu dibutuhkan pantai pengganti. Dengan melihat potensi pantai Trisik,  pemerintah daerah harus ikut andil mengembangkan obyek wisata ini, mengingat pantai ini merupakan pintu gerbang Kulon Progo di wilayah tenggara serta dilintasi JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) yang nantinya menjadi jalur pariwisata, “Ujar Priyo Santoso, S.H

Setelah penyampaian tanggapan & masukan dari beberapa peserta diskusi, menindaklanjuti apa yang disampaikan Bappeda kabupaten Kulon Progo, Paguyuban Laguna Pantai Trisik nantinya akan berkonsultasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang berkaitan RTRW obyek wisata pantai Trisik,  sedangkan menanggapi apa yang disampaikan oleh dinas pariwisata, paguyuban menegaskan pembangunan wisata laguna yang sekarang dilakukan tidak tumpah tindih dengan area konservasi dan tambak udang, justru kedepannya akan saling mendukung, dan area laguna yang dikembangkan juga bukan termasuk wilayah kontrak karya pertambangan. untuk mengatasi masalah limbah tambak udang, paguyuban juga sudah melalukan berbagai upaya untuk mensterilisasi laguna dan membuat saluran khusus limbah agar nantinya limbah tambak udang tidak mencemari laguna.

sedangkan desa dalam hal ini telah menyiapkan format perdes dan regulasi yang mendukung kegiatan pengelolaan wisata  laguna pantai Trisik nantinya. Sehingga jika syarat – syarat pendukung sudah siap, desa akan segera membuat perdes berkaitan pengelolaan wisata laguna pantai Trisik.

Forum diskusi yang berangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut membuka banyak opsi – opsi yang mendukung kegiatan pengembangan wisata laguna pantai Trisik. Namun begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu dituntaskan.  

Rencananya forum lanjutan akan diadakan di lokasi laguna sebagai tindak lanjut & upaya sinergis antar Stakeholder dalam membantu  pengembangan wisata laguna pantai Trisik. (EY)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *