Turgo

Sekilas tentang Turgo

Padukuhan Turgo terbagi menjadi 2, daerah relokasi dan yang berada di utara Purwobinangun. Sebagian besar masyarakat Turgo bekerja merumput dan menambang pasir. Turgo memiliki berbagai macam kekayaan sumber daya alam didalamnya yang terbagi dari beberapa aspek. Mulai dari Agrikultur, Peternakan, dan pariwisata.
Dari segi agrikultur memiliki teh dan kopi turgo yang memiliki cita rasa dan aroma yang sangat khas. Uniknya teh dan kopi ini ditanam di tiap tiap halaman di rumah masing masing warga. Untuk peternakan ,warga memiliki sapi dan kambing . Untuk sapi sendiri yang dimanfaatkan adalah susu yang kemudian diolah untuk dijual, begitu juga dengan kambing.
Untuk pariwisata, di daerah utara Turgo terdapat maqom Jumadil Qubro, yang merupakan petilasan dari Kyai Jumadil Qubro yang dahulu pernah mengunjungi tempat itu.
Terdapat juga hutan pinus dan bambu yang sangat sayang untu dilewatkan oleh para wisatawan. Kemudian disalah satu rumah warga terdapat budidaya , ekoedukasi tanaman anggrek yang terdapat di rumah pak Musimin, sembari melihat lihat anggrek sempatkan untuk mencicipi secangkir kopi turgo yang diambil langsung dari pekarangan rumah beliau.

Tanaman Anggrek

Tanaman anggrek terdapat di kediaman pak Musimin yang juga memiliki kebun kopi dirumahnya. Berbagai macam jenis anggrek terdapat disini. Jika ingin menambah wawasan sangat dianjurkan untuk kemari dan berdialog dengan pak Musimin yang sangat mengerti akan tanaan hias satu ini.

Kopi Turgo

Kopi Turgo adalah hasil dari Agrikultur yang terdapat di padukuhan Turgo, Purwobinangun. Aroma dan cita rasanya yang sangat khas menjadikannya dikenal dikalangan internasional. Kopi Turgo pernah mendapatkan penghargaan sebagai kopi dengan peringkat kedua terenak di Asia . Sempatkan mampir menikmati seduhan kopi asli ketika berkunjung ke Turgo.

Hutan Bambu

Hutan bambu merupakan hutan alami yang ada di utara Turgo.Hutan ini menjadi sumber kerajinan dan krearifitas masyarakat yang ingin memanfaatkan bambu menjadi olahan olahan kreatif dan bernilai jual tinggi

Comments are closed