Sekolah Lurah 2016 : Jelajah Ke Pulau Seberang

Sebagai salah satu provinsi di pulau Sumatera, sejarah Bengkulu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kerajaan – kerajaan yang terbentuk sebagai entitas etnis – etnis yang mendiami bengkulu di masa lalu. seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal. Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.

Sejak zaman kolonial, Bengkulu dikenal karena hasil rempah dan tambang emas yang menjadi incaran Inggris dan Belanda pada waktu itu. Sempat dikuasai Inggris melalui British EIC (East Indian Company) dari tahun 1685 – 1824, hingga perjanjian London mengakhiri kekuasaan Inggris di Bengkulu dengan penyerahan Bengkulu oleh Inggris kepada Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, Bengkulu menjadi keresidenan dalam provinsi Sumatera Selatan. Baru sejak tanggal 18 November 1968 ditingkatkan statusnya menjadi provinsi ke-26 (termuda sebelum Timor Timur).

Bengkulu yang lebih dikenal sebagai Bumi Rafflesia memiliki potensi wisata yang luar biasa mempesona. Diantaranya memiliki pantai terpanjang se pulau sumatra, yaitu pantai panjang. Selain itu puncak bukit Kaba dengan ketinggian 1.952 mdpl juga dikenal memiliki daya tarik yang masih alami untuk dieksplorasi. Kebun Teh Kabawetan yang terletak di ketinggian 1000m di atas permukaan laut  menjadi wisata alam favorit lainnya masyarakat Bengkulu untuk melepas kepenatan seperti pada akhir pekan dan liburan keluarga.

Beralih dari wisata alamnya, ternyata Bengkulu memiliki beberapa peninggalan bersejarah yang cukup terkenal, diantaranya Benteng Malborought (Fort Marlborough). Benteng Malborought merupakan peninggalan Inggris yang didirikan pada tahun 1713 diatas bukit buatan dengan menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudra Hindia. Ada banyak benda sejarah didalam benteng yang terbilang luas dan asri ini, ada meriam, foto dan berkas peninggalan, juga pengunjung dapat merasakan suasana didalam penjara yang sempit dan pengap didalamnya. Selain itu di Bengkulu juga terdapat Pusat Pelatihan Gajah Seblat,  terletak di Bengkulu Utara, tepatnya di kecamatan Putri Hijau. Letaknya sekitar 2 sampai 3 jam dari pusat kota Bengkulu, dan merupakan salah satu dari lima tempat latihan gajah di Indonesia.

Berkesempatan mengunjung Bengkulu (13-15/03/2018) untuk melakukan lokakarya Sekolah Lurah di hadapan dinas PU (Pekerjaan Umum) Bengkulu, Sekolah Lurah UII juga diajak mengunjungi beberapa obyek wisata alam dan bersejarah setelah pemaparan strategi Sekolah Lurah dalam mengembangkan beberapa desa di DIY dan Jateng dengan beragam potensinya. Penjajakan peluang kerjasama antara Dinas PU dengan Sekolah Lurah juga akan menjadi output dari hasil kunjungan selama 3 hari tersebut.

Hal yang berkesan saat mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu disampaikan direktur Sekolah Lurah, Dr. Yulianto P. Prihatmaji, “Walaupun dalam pengasingan, Bung Karno masih sempat mendirikan & menghidupkan perkumpulan sandiwara Monte Carlo, merancang ulang masjid raya, mendesain beberapa rumah tinggal dan men-design built furnitur serta masih selow memacari ibu muda negara”, kelakarnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *