Sekolah Lurah Goes to Plumbon, Tawangmangu, Karanganyar

Sebagai salah satu ekspansi pengabdian sekolah lurah, berbagai agenda terjun langsung ke desa – desa terus digencarkan sekolah lurah UII, baik sebagai upaya “Ngaruhke” atau “Ngrawuhi” dalam mengoptimalkan potensi desa – desa yang ada di Indonesia.

salah satu agenda kunjungan Sekolah Lurah yang dilakukan pada bulan februari 2017 kemarin adalah memenuhi undangan dari kepala desa Plumbon, Tawangmangu, Karanganyar untuk melihat & membantu village mapping, yang merupakan dedikasi kegiatan Sekolah Lurah.

dalam agenda tersebut juga turut melibatkan Dinas Pariwisata, Putra Putri lawu, kurator Museum Atsiri dan sebagian kurator Bamboo Biennale 2018 dalam diskusi panel, merancang masa depan desa plumbon dengan segala potensi yang dimiliki.

Sekilas mengenai desa Plumbon, adalah desa yang terletak di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Desa ini terletak di antara jalan yang menghubungkan Karangpandan dan Tawangmangu. Beberapa potensi hayati  yang dulu dikembangkan di plumbon adalah penanaman serai sebagai bahan baku minyak atsiri & akar wangi, namun kini keberadaan tanaman tersebut sudah mulai langka. minyak atsiri dgunakan untuk bahan baku minyak wangi obat gosok, sedangkan Akar wangi dijadikan berbagai komoditas kerajinan unik dan menarik, seperti kipas, tas, tempat tissue, dll. Dengan keberadaan tanaman serai dan akar wangi, desa Plumbon akan memiliki bau yang wangi dan harum.

Di Plumbon juga terdapat pabrik minyak atsiri yang sudah berumur tua. Pabrik serai tersebut dulu satu-satunya gedung megah di antara rumah penduduk yang sederhana. keberadaan pabrik yang mulai ada sejak tahun 1960an tersebut tak lepas dari cita – cita presiden pertama RI, Ir. Soekarno untuk mengembangkan industri minyak atsiri di Indonesia. namun karena kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil selama beberapa dekade, pabrik minyak atsiri tersebut sempat beberapa kali berpindah kepemilikan dan terbengkalai. hingga akhirnya Pada September 2015 kepemilikan dipindahkan ke PT Rumah Atsiri Indonesia, dengan tujuan mengubah fasilitas menjadi Museum Minyak Atsiri & melestarikan warisan Soekarno tersebut agar dapat dinikmati dari generasi ke generasi.

Desa Plumbon memiliki beberapa tempat wisata yang juga menarik untuk dikunjungi, yaitu pemandian air panas “Cumpleng.” pemandian air panas yang sempat berjaya di era presiden Soekarno ini sempat meredup beberapa tahun belakangan ini. beberapa pembenahan kemudian dilakukan pemerintah & masyarakat sekitar  agar pemandian air panas “cumpleng” kembali berjaya seperti dulu.

Selain itu Plumbon sendiri terletak diapit oleh dua bukit di timur dan barat. Praktis, desa ini sedikit menerima curahan sinar matahari pada waktu pagi hari maupun sore hari. Di desa Plumbon, selain rumah atsiri dan kolam pemandian air panas “Cumpleng” juga terdapat beberapa tempat menarik lainnya untuk dikunjungi, seperti kebun salak pondoh yang cukup luas, kolam pemancingan ikan air tawar dan perajin ukir wayang kulit. Desa Plumbon cukup ideal untuk wisata alternatif, yakni tinggal di rumah penduduk, makan dan menginap di rumah mereka. Beberapa kali bahkan sempat kedatangan tamu-tamu asing dari Swedia yang menginap di sana. Tempat ini cukup ideal, karena juga masih dekat dengan Candi Sukuh, yang bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *